Home » Berapa kali Anda berhubungan seks dalam seminggu?

Berapa kali Anda berhubungan seks dalam seminggu?

hubungan intim dalam seminggu

Berbeda orang, berbeda pula pola dia dalam berhubungan seks. Ada yang nyaman melakukan setiap hari, bahkan berkali-kali dalam sehari, ada juga yang hanya seminggu sekali.

Berapa kali idealnya pasangan suami istri berhubungan intim dalam satu minggu akan kita bahas di artikel ini.

Ini dia poin-poin yang akan kita bahas:

  1. Idealnya berapa kali seminggu? Adakah dalil syariat tentang ini?
  2. Faktanya, yang muda lebih serign daripada yang tua
  3. Amankah jika berhubungan seksual setiap hari? Apakah sperma akan habis?

1. Idealnya Berapa Kali Seminggu? Adakah Dalil Syariat Tentang Ini?

Secara syariat, Islam tidak memberikan batasan ataupun anjuran tentang frekuensi hubungan seksual. Namun, Islam adalah agama yang mengutamakan sikap pertengahan, artinya, tidak terlalu sering dan tidak terlalu jarang.

Beberapa ulama menganjurkan untuk berhubungan seksual seminggu sekali. Hal ini diambil dari makna tersirat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنَ اْلإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا

Siap saja yang (membuat pasangannya) mandi dan dirinya sendiri mandi pada hari Jumat, lalu berangkat di awal waktu (untuk salat Jumat), berjalan dan tidak berkendara, lalu mencari tempat duduk di dekat imam, kemudian mendengarkan dan tidak lengah, maka dalam setiap langkah yang dia lakukan akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamul lail selama satu tahun.” [Jami at-Tirmidzi, kitab tentang hari Jumat, hadis no. 496]

Pada hadis di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggunakan kata ‘man ghassala’ yang diartikan “siapa saja yang memandikan” atau “siapa saja yang menyebabkan orang lain mandi”.

Imam Ibnu Qudamah di dalam kitab Al-Mughni menyatakan “Maksud dari perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘man ghassala wa ightasala’ adalah: dia berhubungan seksual dengan istrinya lalu mandi junub.[Muhammad ibn Adam al-Kawthari, Islamic Guide to Sexual Relations, (London: Turath Publishing, 2008), hlm. 24]

Karena hari Jumat itu satu kali dalam seminggu, maka diambil kesimpulan bahwa dianjurkan berhubungan seksual seminggu sekali, dan ini sejalan dengan sikap pertengahan, yaitu tidak terlalu sering dan tidak juga terlalu jarang.

Namun sekali lagi, ini bukan perintah dan juga pembatasan untuk berhubungan seksual sekali dalam seminggu. Semua dikembalikan kepada keadaan masing-masing pasangan.

Tentang rutinitas hubungan seksual seminggu sekali ini, ada hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science yang menunjukkan bahwa pasangan yang berhubungan seksual minimal seminggu sekali dilaporkan memiliki tingkat kebahagiaan yang baik di dalam hubungan pernikahannya.

2. Faktanya, Yang Muda Lebih Sering Daripada Yang Tua

Frekuensi berhubungan seksual bisa bervariasi tergantung banyak hal, seperti: usia, gaya hidup, kesehatan, keadaan keluarga, dan kehadiran anak-anak.  

Salah satu yang paling menonjol perbedaannya adalah dari usia seseorang.

Ini salah satu hasil penelitian tentang frekuensi hubungan intim:

Informasi dari survei ini bukan anjuran dan bukan pula standar yang harus diikuti oleh setiap orang. Data tersebut adalah informasi yang menunjukkan bahwa pada faktanya, pasangan muda memang lebih sering melakukan hubungan seksual dibandingkan dengan pasangan tua.

Sangat wajar jika pasangan pengantin baru berhubungan seks dengan frekuensi yang sering. Mereka bisa berhubungan seksual setiap hari, bahkan berkali-kali dalam satu hari.

Hal itu wajar saja karena pasangan muda ini berada dalam keadaan yang mendukung.

Misalnya, dengan belum hadirnya anak di kehidupan mereka, mereka bisa melakukan aktivitas seksual kapan pun dan di mana pun.

Begitu juga dengan faktor pendukung lain seperti suasana asmara yang menggebu, gairah seksual yang besar, kekuatan fisik yang masih prima, dan beban aktivitas yang belum terlalu padat.

Semakin berumur, semakin berkurang juga frekuensi hubungan intim

Begitu juga wajar jika pasangan “pengantin lama” melakukan hubungan seksual dengan frekuensi yang lebih jarang. Bukan hanya karena gairah seksual mereka yang sudah mulai menurun, tetapi juga karena ada “hambatan” lain, seperti kehadiran anak dan kesibukan mencari nafkah.

Dengan kehadiran anak, aktivitas seksual biasanya mulai terbatasi oleh ruang dan waktu. Pasangan ini harus menunggu anak tidur atau pergi bermain untuk bisa “beraksi”.

SecLauren Fogel Mersy, PsyD, seorang psikolog dan terapis seks berkata: “Semua aspek seksual kita bisa berubah seiring usia bertambah. Proses terangsang dan orgasme bisa memakan waktu yang lebih lama, hasrat seksual bisa menurun, maka frekuensi hubungan seksual tentu saja jadi menurun. Umumnya seperti itu, walaupun tentu saja ini tidak berlaku untuk setiap orang.”

3. Apakah Bahaya Jika Berhubungan Seksual Setiap Hari? Apakah Sperma Akan Habis?

Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik

Apapun yang dilakukan secara berlebihan tentu tidak baik. Begitu juga dengan aktivitas seksual yang tidak baik jika dilakukan terlalu sering.

Dilaporkan bahwa orang yang berhubungan intim setiap hari dapat mengakibatkan sakit punggung, rasa letih, kebotakan, dan menurunkan imun tubuh.

Bukan berarti tidak boleh setiap hari

Berhubungan intim setiap hari tentu memiliki risiko dan manfaat.

Bagi pengantin baru, atau yang sedang menggebu gairah seksualnya, salurkan saja gairah seksual itu walaupun berkali-kali dalam satu hari, selama kedua belah pihak menikmatinya, karena justru akan berbahaya jika gairah seksual itu tidak disalurkan.

Seperti yang sudah dibahas di poin 2 di atas, gairah dan frekuensi itu akan menurun secara alami seiring dengan usia pernikahan.

Pada saatnya nanti, gairah seksual secara alami akan mengalami penurunan sehingga frekuensi hubungan intim akan berkurang dengan sendirinya.

Sperma tidak akan habis walaupun berhubungan intim setiap hari

Hasil sebuah studi yang dilakukan oleh B. Jose Manuel Mayorga menunjukkan hasil bahwa laki-laki yang berejakulasi setiap hari selama 14 hari memang mengalami sedikit penurunan jumlah sperma yang keluar.

Namun penurunan jumlah sperma tersebut tidak menyebabkan sperma berada di bawah jumlah minimal standar. Juga tidak mengganggu kualitas sperma.

Walaupun sperma membutuhkan sekitar 74 hari untuk benar-benar matang, namun tubuh memproduksi jutaan sel sperma setiap harinya. Jadi, meskipun seorang pria ejakulasi setiap hari atau bahkan beberapa kali dalam satu hari, air mani biasanya akan selalu mengandung sel sperma.

Kesimpulan

Tidak ada frekuensi hubungan seks yang ideal yang bisa cocok bagi setiap pasangan. Kebutuhan dan keinginan setiap pasangan akan berbeda-beda berdasarkan keadaan mereka.

Cukup bagi pasangan satu belum tentu cukup bagi pasangan yang lain

Frekuensi yang ideal adalah melakukan aktivitas tersebut berdasarkan kebutuhan, dan tingkat gairah seksual masing-masing pasangan.

Jadi tidak ada kata terlalu jarang atau terlalu sering. Semua dikembalikan kapada kebutuhan masing-masing pasangan. Lega bukan?

Semoga bermanfaat. Salam harmonis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *