Persilakan klien Anda mendaftar untuk mendapatkan penawaran eksklusif dari Anda.

E-mail  

..

Membangun Keluarga HarmoniS

 

Dengan 100 Kata Berhuriuf-Awal 'S'

 

 

 

 

 

 

30 TIPS MENUJU KELUARGA YANG TENTRAM

 

 (30 RAMBU-RAMBU DALAM PERKAWINAN )

 

 

      Ada yang dianjurkan ada pula hal yang tak boleh dilakukan demi keharmonisan rumahtangga. Supaya mudah mengingatnya, kita sebut saja apa yang harus dihindarkan itu sebagai rambu-rambu perkawinan.

Kalau semuanya betul-betul dihindarkan, niscaya rumahtangga akan terjauh dari masalah atau konflik.

 

 

 

Ke 30 sifat atau sikap negatif itu adalah :

 

 1. Sangsi  atas kesetiaan pasangan tanpa alasan.

 2. Suka mensalahkan pasangan tanpa alasan jelas.

 3. Sering Memperlihatkan wajah sangar tanpa sebab.

 4. Mensakiti hati ataupun fisik pasangan.

 5. Bersaing dengan tetangga di segi materi.

 6. Suka Memperlihatkan wajah sewot pada pasangan.

 7. Sebal ketika permintaan belum bisa dikabulkan.

 8. Mensesali keadaan atau kekurangan pasangan.

 9. Berjiwa sensitif alias mudah tersinggung.

10. Berselisih paham dalam masalah sepele.

11. Diam-diam berselingkuh dengan orang lain.    

12. Suka merasa atau memperlihatkan wajah sedih.

13. Suka mensembunyikan hal terhadap pasangan.

14. Bersikap sembrono saat melaksanakan tugas.

15. Membiarkan rumah dalam keadaan semrawut.

16. Mengucapkan kata-kata secara sembarangan.

17. Bersifat serakah di segi materi.

16. Sering bersengketa alias bertengkar.

19. Ikut-ikutan dalam hal ajakan atau aliran sesat.

20. Merasa sengsara atau serba kekurangan.

21. Sengaja mensinggung perasaan pasangan.

22. Mensindir pasangan di hadapan orang banyak.

23. Bersikap sinis terhadap kemampuan pasangan.

24. Suka melakukakan pekerjaan yang sia–sia.

25. Bersikap sirik atau iri pada kelebihan tetangga.

26. Sok pintar, Sok elite, sok cantik, sok……… .

27. Bersikap sombong terhadap keluarga mertua.

28. Melakukan hal-hal yang berbau sumbang.

29. Meminta hal yang sulit dikabulkan pasangan.

30. Syakwasangka terhadap tindakan pasangan.

 

 

 

 

1. SESAL

 

 

  Terimalah keadaan sebagaimana adanya dengan segala kekurangan dan kelemahannya. Tak perlu menyesali keadaan kalau ternyata tak seperti yang diharapkan. Penyesalan, hanya akan menambah derita hati. Rasa sesal kalau dibiarkan bercokol di hati, rasa bahagia tak akan menghampiri.

     

       Kehidupan rumah tangga hendaklah dijalani tanpa rasa sesal di hati. Suka duka kehidupan, laluilah dengan lapang dada walaupun kondisi ekonomi kurang menggembirakan. Menyesali kekurangan diri  ataupun kekurangan pasangan takkan memperbaiki keadaan. Tapi  justru menyebabkan kebahagiaan jadi menjauh.

 

     Hidup ini bukanlah untuk ditangisi tapi adalah untuk diisi demi mencapai prestasi dan kebahagiaan. Terimalah kenyataan dengan jiwa besar tanpa rasa sesal. Masalah yang banyak ditemui, anggaplah sebagai suratan takdir yang memang harus diterima dengan lapang dada tanpa penyesalan. Yang telah berlalu biarkan berlalu, yang telah hilang tak perlu dikenang, biarkan pergi selamanya. Lebih baik berusaha mencari yang baru daripada hanyut dalam penyesalan atau mengharapkan kembalinya apa yang telah pergi.

 

 

2. SEBAL

 

 

    Dunia akan terasa lapang kalau kita suka berlapang ada.  Sebaliknya, dunia akan terasa sempit kalau kita berhati sempit. Sikap pasangan yang kurang berkenan di hati, hadapilah dengan sikap sabar, bukan dengan sikap sebal. Niscaya hati ini akan tetap segar.  

 

     Setiap orang memiliki kekurangan atau sisi negatif. Kekurangan atau kesalahan pasangan, terimalah dengan lapang dada. Jangan biarkan rasa sebal menggerogoti hati. Enyahkan rasa sebal atau jengkel dari hati dengan mengarahkan pikiran pada kelebihan atau segi positif pasangan.

 

      Rasa sebal terhadap sikap pasangan yang kurang berkenan dihati kalau dibiarkan berlarut-larut, bisa menggerogoti hati dan mempengaruhi jiwa. Sikap terhadap pasangan akan jadi kurang menyenangkan jadinya. Dengan demikian, keharmonisan dan kebahagiaan keluarga akan menjauh.

Jadilah istri atau suami yang cukup pengertian. Genggamlah rasa bahagia dengan cara mengenyahkan rasa sebal dari lubuk hati. Milikilah jiwa besar, terimalah kondisi pasangan apa adanya tanpa membiarkan rasa sebal menggerogoti jiwa. Hanya dengan demikian, keharmonisan keluarga akan terwujud.

 

 

 

3. SEWOT

 

 

    Sewot berarti memperlihatkan mimik wajah cemberut yang mengiringi rasa sebal atau kesal. Kadang ekspresi sewot disertai dengan mimik wajah mencibir atau wajah yang tak enak dipandang.

 

       Mimik wajah sewot akan membuat kecantikan jadi berkurang dan membuat wajah yang kurang cantik menjadi terlihat memuakkan. Sekali-sekali, boleh saja bersikap sewot, hanya kalau tingkah pasangan sudah keterlaluan. Namun, jangan berlama-lama.

     

    Kesalahan kecil yang dilakukan pasangan, usah dihadapi dengan wajah sewot atau cemberut. Hanya akan mengundang rasa benci sehingga pasangan jadi malas mendekat.

Keharmonisan rumahtangga takkan bisa diraih kalau wajah sering terlihat sewot. Cobalah introspeksi diri, mungkin selama ini tanpa disadari sering memperlihatkan wajah sewot. Berusahalah untuk berubah dengan mengendalikan perasaan. Jangan biarkan emosi mempengaruhi mimik wajah.

       

      Janganlah suka sewot terhadap pasangan hanya karena masalah kecil. Maafkanlah kalau pasangan berbuat hal yang kurang berkenan di hati. Mungkin sikapnya itu terdorong oleh gejolak emosi yang ditimbulkan oleh masalah di tempat kerjanya. Memendam rasa kesal dalam hati akan membuat wajah kehilangan keceriaan.

 

 


4. SENSITIF

 

 

     Sensitif berarti terlalu perasa. Karena hati yang terlalu peka, orang yang sensitif mudah tersinggung perasaannya. Sifat sensitif menghambat terciptanya kemesraan dalam keluarga. Pasangan jadi ragu untuk berseloroh karena khawatir menyinggung perasaannya. Akibatnya, komunikasi jadi berkurang sehingga suasana keluarga jadi dingin.

       

      Bersifat perasa itu baik karena menimbulkan sifat bijaksana. Tapi kalau sudah keterlaluan hingga menjadi sensitif, akan menimbulkan banyak persoalan dalam rumah-tangga. Sifat sensitif menyebabkan mudahnya timbul pertengkaran. Orang bercanda, dikira mencaci-maki, orang berbisik dikira menjelek-jelekkan. Orang menasehati, dikira menyalahkan. Prasangka negatif menyebabkan hati digerogoti oleh emosi yang akhirnya menimbulkan sifat pemarah atau suka sedih. Kalau sudah demikian, niscaya dunia akan terasa sempit.

 

     Manusia sensitif suka menyalahkan orang lain atau bahkan menyalahkan diri sendiri, padahal yang salah itu adalah cara berpikirnya yang terlalu mudah dipengaruhi perasaannya. Sifat sensitif harus dijauhi supaya semua orang tidak menjauh. Karena akan menyulitkan terciptanya kemesraan atau kebahagiaan.

 

 

 

 

5. SEDIH

 

 

     Suka dan duka datang silih berganti dalam kehidupan ini. Suka-duka itu hendaklah dihadapi dengan tenang dan tegar. Saat menghadapi suka cita, usah hanyut dalam kegembiraan. Dan saat menghadapi duka cita, kendalikan hati agar tak hanyut dalam kesedihan.

 

      Bersedih hati boleh-boleh saja, namun cukup sekedarnya. Jangan biarkan rasa sedih menggerogoti hati. Hanyut dalam kesedihan setelah mengalami kehilangan, kerusakan ataupun kejatuhan hanya  akan menghambat datangnya rasa bahagia. Dan juga akan mengganggu kejernihan jiwa sehingga sikap dan tindak tanduk jadi kurang baik. Hal itu akan menjadi masalah dalam hubungan antara suami istri.   

 

    Hari demi hari hadapilah dengan hati gembira  sekalipun situasi sedang tak menggembirakan. Apapun duka cita yang sedang dihadapi, usahakan hati tetap tegar dan enjoy. Sungguh rugi hidup ini kalau hari-hari dilalui dengan perasaaan sedih, toh rasa sedih itu takkan bisa memperbaiki keadaan. Rasa sedih, akan membuat wajah kehilangan rona kecantikan. Semangat hiduppun akan merosot sehingga sikap terhadap pasangan jadi kurang menyenangkan. Hal itu akan mengancam keharmonisan keluarga.

 

 

 

 

6. SEMBRONO

 

 

     Yuk melaksanakan sesutu hal secara hati-hati demi tercapainya hasil yang memuaskan. Dalam melaksanakan pekerjaan, pikiran difokuskan pada apa yang sedang dihadapi. Jangan biarkan pikiran  menjalar kemana-mana, agar hasil kerja lebih sempurna.

 

     Sembrono maksudnya melakukan pekerjaan dengan cara asal-asalan, asal jadi dan asal cepat siap. Cara kerja sembrono adalah cara kerja setengah hati dan tanpa konsentrasi. Cara kerja sembrono menyebabkan hasil kerja jadi rusak. Memasak dengan cara sembrono akan membuat masakan tak seenak yang diharapkan. Tingkat kebersihan dan kesehatannyapun  kurang terjamin.

 

    Tugas rumahtangga hendaklah dihadapi dengan sepenuh hati, penuh kehati-hatian dan ketelitian. Pekerjaan yang dilakukan dengan rasa tanggungjawab penuh, hasilnya akan lebih memuaskan. Kenapa harus dilakukan dengan berat hati kalau tugas itu sudah merupakan kewajiban ?. Suami tentu lebih senang dan sayang kalau hasil kerja istrinya terlihat rapi dan bersih.

 

 

 

 

7. SEMBUNYI 

 

 

     Suami-Istri hendaklah bersifat terbuka satu sama lainnya. Hal yang terjadi dalam keluarga harusnya diberitahu pada pasangan. Jangan justru diketahuinya setelah lama berlalu atau diketahuinya dari orang lain. Menyembunyikan sesuatu hal terhadap pasangan bisa menimbulkan kesalah-pahaman dan persoalan lainnya.

     

       Apapun yang terjadi dalam keluarga dan apa yang perlu diketahui seorang kepala keluarga hendaklah diberitahu pada suami. Sengaja menyembunyikan sesuatu hal serius, bisa menimbulkan persoalan serius di kemudian hari. Melakukan sesuatu yang serius tanpa sepengetahuan suami bisa dianggap sebagai pelecehan terhadap kepala keluarga.

     

   Suamipun hendaklah terbuka terhadap istri. Sikap menyembunyikan banyak hal terhadap istri bisa membuat istri jadi salah paham dan curiga. Apalagi kalau yang terkait dengan wanita, bisa menyebabkan dia jadi cemburu dan emosional.

Apa yang disembunyikan, suatu saat nanti akan ketahuan juga. Lebih baik berterus terang sekarang daripada ketahuan nanti sehingga pasangan jadi bersangka buruk. Sikap suka menyembunyikan sesuatu hanya akan membuat pasangan jadi suka curiga.

 

 

 

 

8. SERAKAH 

 

 

      Serakah berarti tak puas dengan jatah yang sudah ditentukan dan ingin menguasai keseluruhan. Istri yang serakah ingin menguasai seluruh penghasilan suami tanpa mau berbagi dengan mertua.

   

    Dalam penghasilan suami tentu juga ada hak orang tuanya. Bukankah mereka yang telah membesarkan dan menyekolahkannya?. Istri hendaklah rela kalau suami memberikan sebahagian penghasilannya kepada ayah-ibunya. Tak perlu jengkel hati kalau suami menyisihkan sebahagian kecil penghasilannya untuk keperluan  keluarga asalnya.

   

      Penghasilannya yang kecil, bukan alasan untuk melarang suami untuk peduli pada orang tuanya. Apalagi kalau mereka memang sedang membutuhkan. Menantu yang serakah akan membuat hati mertua jadi tersiksa dan membenci.

     

     Istri hendaklah merasa cukup dengan jumlah penghasilan yang bisa didapat suami. Menuntut suami untuk menghasilkan uang diluar kemampuannya bisa menyebabkan suami jadi lupa diri hingga malakukan perbuatan tercela. Keserakahan istri bisa menyebabkan hancurnya karir suami kalau terlanjur melakukan perbuatan melanggar hukum.

 

 

 

 

9. SEMBARANGAN 

 

 

       Mulutmu harimaumu, akan merekah kepalamu. Pribahasa itu berisi anjuran agar berhati-hati dalam melontarkan kata-kata. Cara bicara yang sembarangan bisa membuat hati pasangan jadi tersinggung.  Dan bisa menimbulkan kesalah-pahaman yang memicu pertengkaran. Apa yang diucapkan bisa menimbulkan celaka kalau yang diucapkan itu menyinggung perasaan.

 

     Pisau yang tajam bisa memutuskan pekayuan, mulut yang tajam dapat memutuskan pergaulan. Cara bicara sembarangan maksudnya bicara asal-asalan atau asal bunyi alias asbun. Hindarkan cara bicara sembarangan walaupun dengan maksud bercanda. Terutama kalau pasangan bersifat sensitif. Tak hati-hati dalam memberi komentar, bisa menyebabkan perih hati yang akhirnya memperkeruh suasana keluarga.

     

Jagalah kedamaian keluarga dengan menjaga tutur kata. Lebih baik diam daripada bicara yang menyinggung perasaan. Jangan sampai ucapan yang ceplas-ceplos menyebabkan perih hati pasangan. Cara bicara yang sembarangan, bisa menyebabkan pudarnya kemesraan.

 

 

 

 

10. SEMRAWUT

 

 

     Semrawut berarti suasana ruangan yang berantakan dan tak enak dipandang. Rumah disebut semrawut kalau letak perabotan tidak beraturan atau sampah berserakan dimana-mana. Rumah yang semrawut memperlihatkan kesan sumpek hingga membuat pikiran jadi resah.

     

     Ketentraman pikiran takkan dirasakan dalam rumah yang dalam keadaan semrawut. Suami yang baru pulang kerja akan makin pusing saat melihat rumahnya dalam keadaan berantakan. Akibatnya, dia tak betah berada di rumah sehingga suka keluar rumah.

     

Agar tidak semrawut, rumah perlu selalu dibersihkan. Perabotan ditata dengan rapi sehingga ruangan terlihat lega dan menyejukkan mata. Tidak membiarkan barang yang tak enak dipandang terletak di ruang keluarga. Dan tidak membiarkan sampah berserakan di mana-mana.

   

Biarlah rumah tak begitu luas dan tak terlalu bagus asalkan keadaannya tak semrawut. Biarlah perabotan tidak mewah, asalkan selalu dalam keadaan bersih dan tertata dengan baik. Masing-masing hendaklah rajin menjaga K3. Lakukan penataan kembali jika ada sesuatu yang tidak pada tempatnya.

 

 

 

 

11. SELISIH

 

 

      Suami-istri hendaklah menjaga kekompakan satu sama lainnya. Hindari perselisihan pendapat atau pertentangan sikap dalam masalah ringan. Kalau suami sudah menentukan sikapnya, istri hendaklah mendukungnya. Kecuali kalau sikap itu akan merugikan atau menimbulkan masalah baru.

 

     Berselisih pendapat antara suami-istri akan menyebabkan ketidak-tentraman keluarga. Kalau tak ada yang mau mengalah, perselisihan pendapat bisa berlanjut menjadi pertengkaran. Karena itu, lebih baik  mengalah ketika pasangan ngotot bertahan dengan pendapatnya. Kecuali kalau pendapatnya itu memang tak bisa dibenarkan.

   

     Tahanlah hati dan cobalah menerima pendapat pasangan walau sebenarnya hati kecil kurang setuju. Kalau masih ada peluang, kemukakan asumsi untuk menguatkan pendapat yang telah diajukan. Tapi kalau hati pasangan sudah tertutup, lebih baik menahan hati untuk mengalah. Perlu dihindarkan merasa diri lebih tahu atau lebih pintar. Biar bagaimanapun, pendapat pasangan perlu dipertimbangkan. Boleh saja ngotot mempertahankan pendapat, kalau memang pendapat itu jauh lebih tepat.

 

 

 

 

 

12. SENGKETA

 

 

     Pertengkaran antara suami-istri adalah hal biasa sebagai bumbu penyedap keharmonisan keluarga. Seperti garam, asin rasanya tapi menyedapkan masakan. Namun pertengkaran itu cukup sebentar saja, jangan keseringan. Segera akhiri pertengkaran itu dengan saling mengalah dan saling memaafkan.

 

  Pertengkaran akan berubah menjadi sengketa yang membahayakan keutuhan keluarga kalau dibiarkan berlarut-larut dalam waktu yang lama. Dan kalau tak segera diakhiri, sengketa bisa berujung pada perceraian. Terutama kalau kedua belah pihak tak pernah mau mengalah atau mema’afkan.

 

      Jadilah istri atau suami yang berjiwa besar yaitu bersifat pemaaf, penuh pengertian dan tidak pendendam. Berilah maaf kalau pasangan telah minta maaf atau telah memperlihatkan perobahan sikap. Jangan biarkan bibit pertengkaran muncul dalam keluarga. Apabila sengketa sudah terlanjur terjadi, berinisiatif mengadakan perdamaian secepatnya. Tak perlu ngotot menunggu pasangan mengaku salah. Dengan bersabar, niscaya masalah kecil tak berkembang menjadi masalah besar.  

 

 

 

 

13. SELINGKUH

 

        

      Zaman sekarang, banyak godaan di sana-sini. Terutama bagi yang punya penampilan cukup menarik. Kalau tak kuat iman bisa saja terbawa arus melakukan gaya hidup modern yang katanya sah-sah saja mencari variasi dengan teman kerja. Godaan untuk berselingkuh bisa saja datang dari atasan atau juragan yang menjanjikan kenaikan jabatan. Setiap orang bisa saja tergoda untuk mencoba.

       

Demi ketentraman dan keutuhan keluarga, jangan  pernah ada niat di hati berbuat selingkuh. Selingkuh akan menyebabkan keluarga jadi berantakan. Mulanya coba-coba sebagai selingan, kemudian jadi keenakan, akhirnya ketahuan dan terjadilah pertengkaran yang berujung pada perceraian. Setelah perceraian terjadi, timbullah penyesalan. Tapi apa gunanya penyesalan kalau nasi sudah terlanjur jadi bubur. Kalau rumah tangga bubar, masa depan keluarga akan kabur.

 

    Ingatlah berbagai akibat buruk yang akan timbul nantinya setelah melakukan perselingkuhan. Kalau terjadi perceraian, anak-anak yang jadi korban, kasihan. Selingkuh akan membuat  rumahtangga jadi keruh. Kenikmatan sesaat akhirnya menimbulkan malapetaka, dunia dan akhirat.

 

 

 

 

14. SENGSARA

 

 

    Hidup ini mestilah dilalui dengan hati gembira. Tetaplah enjoy sekalipun aneka persoalan menerpa diri. Biarkan hati tetap happy sekalipun cobaan demi cobaan menimpa keluarga. Keadaan ekonomi boleh saja menurun, tapi perasaan sengsara tak boleh menggerogoti hati. Tetaplah merasa kaya sekalipun kondisi sebenarnya serba kekurangan.

 

     Untuk bisa bahagia tidak harus memiliki harta yang melimpah. Orang yang kaya harta bisa saja merasa sengsara kalau hati kurang puas dengan apa yang telah dimilikinya. Perasaan sengsara tergantung pada bagaimana hati mensikapi suka-duka kehidupan.

 

     Agar hati tak merasa sengsara, tanamkanlah rasa puas di hati atas apa yang telah dimiliki dan dicapai. Jangan bandingkan keadaan keluarga dengan orang yang keadaannya jauh lebih baik. Jangan biarkan perasaan rendah diri atau merasa serba kekurangan bercokol di hati. Segala persoalan hidup, hadapilah dengan lapang dada. Jangan menghadapi duka-cita kehidupan dengan keluh kesah. Kalau hati dibiarkan merasa sengsara, niscaya nantinya kesengsaraan itu betu-betul mendatangi keluarga. Lihatlah di seberang sana, banyak orang yang lebih sengsara.

 

 

 

 

15. SESAT

 

 

      Pikiran kita hendaklah diisi dengan pengetahuan dan ajaran yang wajar-wajar saja agar sikap dan tindak tanduk cukup wajar di mata masyarakat. Kita perlu waspada dan jangan sampai tergoda mengikuti ajaran yang belum tentu kebenarannya.

   

Sebelum berniat mengikuti ajaran baru, mestinya ditelaah dulu intisari ajarannya dengan logika . Ajaran sesat telah banyak menjadi penyebab hancurnya rumah tangga. Katanya ajaran yang benar, tapi justru menyebabkan keluarga jadi berantakan. Hindarkan mengikuti ajaran yang tidak wajar alias sesat agar diri atau keluarga tak tersisih dari masyarakat.

   

Perlu juga waspada terhadap anjuran sesat. Usaha mengatasi persoalan hidup atau persoalan rumahtangga jangan sampai membuat diri terjerumus pada lembah dosa. Sebelum berniat menemui orang pintar yang katanya dapat mengatasi persoalan, telaah dulu dengan logika dan dengan dengan jiwa ketuhanan. Adakah caranya memberi pertolongan tidak bertentangan dengan ajaran agama ?.

 

 

 

16. SANGSI

 

    

     Cemburu tandanya cinta, pribahasa asmara itu menjelaskan bahwa rasa cemburu adalah hal yang lumrah bagi orang yang saling mencintai. Namun, rasa cemburu itu tak boleh diumbar. Jangan sangsikan  kesetiaan pasangan agar jiwa tak digerogoti oleh rasa cemburu.

 

    Jangan curiga dulu kalau pasangan terlihat bicara akrab atau jalan berduaan dengan teman lawan jenisnya. Jangan menuduhnya berselingkuh hanya karena ada kabar angin. Kenapa harus percaya pada isu miring yang belum tentu kebenarannya ?.  Sangsi terhadap kesetiaan pasangan tanpa dasar yang jelas hanya akan membuat hati jadi panas bahkan stress.

     

Cemburu buta hanya akan menimbulkan sakit hati dan sakit kepala. Dan akan menyebabkan sikap berubah ke arah yang menyebalkan. Pada akhirnya kesangsian memicu terjadinya pertengkaran.  Siapapun akan merasa muak kalau setiap hari direcoki dengan tuduhan yang bukan-bukan atau sikap penuh curiga. Sikap negatif yang diperlihatkan pada pasangan yang terbawa oleh sangsi berlebihan tentu akan mengganggu keharmonisan keluarga.

 

 

 

17. SANGAR

 

 

    Walau suami terlambat pulang, jangan sambut dengan wajah sangar, tapi tetaplah sambut dengan wajah segar. Jangan curiga dulu, belum tentu keterlambatannya karena adanya perselingkuhan. Bagi suami, kalau istri berbuat kesalahan jangan tanggapi dengan wajah sangar. Wajah sangar akan menimbulkan rasa cemas di hati istri. Wajah yang sangar akan menghalau rasa bahagia.

   

Mimik wajah sangar hendaklah dihindarkan, karena tak enak dipandang dan memuakkan. Wajah sangar istri, akan membuat suami tak betah di rumah. Wajah sangar suami, akan membuat jiwa istri jadi tertekan. Wajah cantik akan kehilangan daya tarik dan wajah yang kurang cantik akan semakin jelek kelihatannya kalau mimik wajah terlihat sangar.

     

Wajah sangar adalah mimik wajah tegang dengan sorotan mata tajam. Ketika pasangan berbuat kesalahan, hendaklah dihadapi dengan sikap sabar, bukan dengan mimik wajah sangar. Kecuali kalau kesalahannya itu di luar batas kewajaran. Ungkapkan rasa jengkel dengan cara yang lebih santun. Usahakan agar raut wajah tetap kelihatan segar sekalipun rasa jengkel berkecamuk di hati.

 

 

 

 

18. SALAH

 

 

    Dalam rumah tangga perlu dipupuk sikap saling memaafkan. Jangan langsung menyalahkan pasangan atas kekhilafan yang terlanjur dilakukannya. Kesalahan kecilnya, lebih baik dilupakan saja, tak perlu dibesar-besarkan. Kesalahan besarnya, anggaplah sebagai kesalahan kecil saja. Maafkanlah, kalau pasangan telah mengakui kesalahannya. Harus dihindarkan sikap saling menyalahkan

   

Kritikan ataupun nasehat hendaknya dilontarkan  dengan cara bijaksana. Ungkapkanlah kritikan dengan cara halus agar pasangan tidak merasa disalahkan atau tersudut. Lebih baik bertanya secara baik-baik kenapa dia melakukan hal itu. Kalau disampaikan dengan cara bijaksana, kritikan akan ditanggapi pasangan dengan baik. Berdoalah, semoga dia menyadari kesalahannya dan tak berbuat lagi.

 

    Menyalahkan dengan cara kasar atau menyudutkan justru akan membuat dia tak mau mengakui kesalahannya. Menyalahkan pasangan di depan orang banyak akan memancing kemarahan karena akan membuat dia jadi malu. Ingatlah, suka menyalahkan pasangan adalah salah satu kesalahan berat yang dapat mengancam keharmonisan.

 

 

 

19. SAING

 

 

 

      Dalam hidup ini, bersaing adalah hal yang baik kalau persaingan itu di segi prestasi.  Persaingan, akan jadi tak baik kalau bersaing di segi materi. Bersaing dalam memakai barang yang lebih mahal dibanding yang dipakai tetangga hanya akan membuat  kepala jadi pusing nantinya.

 

    Kebahagiaan tidak terletak pada kemampuan memiliki apa yang telah dimiliki orang lain. Namun kebahagiaan terletak pada kesiapan hati menerima kenyataan kalau ada orang lain yang lebih sejahtera. Kebahagiaan takkan mau bercokol di hati kalau jiwa tak bisa tenang melihat tetangga memiliki sesuatu yang lebih baik atau lebih bagus.

 

    Hidup hendaklah dijalani sebagaimana adanya tanpa terpengaruh dengan kehidupan orang lain. Persaingan di segi materi hanya akan membuat diri jadi sering kurang puas dan kurang bahagia. Apa yang akan dibeli hendaklah yang memang dibutuhkan dan sesuai dengan kondisi keuangan. Tak perlu memaksakan diri memiliki sesuatu yang mahal kalau kemampuan keuangan sebenarnya tidaklah mendukung. Buat apa membeli sesuatu hanya karena ingin menyaingi apa yang dimiliki tetangga ?.

 

 

 

 

20. SAKITI

 

 

 

     Pisau yang tajam dapat menyakiti tangan, perkataan yang tajam dapat menyakiti perasaan. Dalam berbicara perlu kahati-hatian, terutama saat bicara dengan pasangan. Cara bicara yang lancang dan lantang dapat menyakiti perasaan.

 

    Memang lidah tak bertulang, apa yang teringat bisa langsung diucapkan. Namun, walau tak bertulang, dapat melukai hati hingga membuat orang sakit hati. Tajamnya lidah telah banyak memicu pertengkaran antara suami istri dan bahkan berujung pada perceraian. Dan tajamnya lidah telah banyak menyebabkan tidak harmonisnya hubungan menantu dengan mertua atau dengan saudara ipar.

 

     Apapun kekurangan pasangan atau apapun kelemahannya jangan dicela dengan ungkapan yang menyakiti perasaan. Boleh saja bicara ceplas-ceplos tapi jangan mengucapkan kata kata pedas. Keluarga sehat adalah keluarga yang tak pernah menyakiti hati pasangannya. Dengan orang lain boleh saja bicara seenaknya, tapi  dengan pasangan hendaklah bicara sesuai dengan etika. Cobalah introspeksi diri, apakah sikap dan ucapan terhadap pasangan sudah cukup santun dan pantas ?.

 

 

 

21. SIRIK    

 

 

 

    Kelebihan yang dimiliki tetangga, teman atau saudara, jangan sampai membuat hati jadi dengki. Biarlah orang lain punya sesuatu yang lebih baik, lebih mahal dan lebih banyak. Biarlah orang bersenang-senang menikmati apa yang pantas dinikmatinya. Tak perlu sirik melihatnya. Sikap sirik akan membuat rasa bahagia terusir dari hati sanubari.

Sirik disini berarti rasa iri dan dengki terhadap apa yang dimiliki orang lain. Manusia sirik suka memandang orang lain dengan pandangan kebencian atau sinis, terutama terhadap orang yang punya kelebihan dibanding dirinya.

 

    Kita hendaklah senang hati melihat orang bersenang hati. Bukan sebaliknya, susah hati melihat orang senang atau senang hati melihat orang susah. Kekurangan diri dibanding orang lain mestinya diterima dengan jiwa besar. Kenapa harus benci pada orang yang tidak pernah bersalah pada diri kita ?. Sifat sirik yang dibiarkan menggerogoti hati hanya akan membuat rasa bahagia tak mau bermukim di hati.

 

  Kalau sifat sirik pernah bercokol di hati, bertekadlah untuk mengenyahkannya. Berjanjilah pada diri sendiri untuk tidak membiarkan sifat sirik bermukim di hati.

 

 

 

 

22. SIA-SIA

 

 

    Apa yang akan dilakukan hendaklah ada tujuannya dan ada manfaatnya. Harus dihindarkan kegiatan yang bersifat sia-sia. Sia-sia adalah sebutan untuk kegiatan yang tak ada manfaatnya, percuma atau mubazir. Perbuatan sia-sia hanya membuang-buang waktu dan energi.

 

            Bergunjing dengan tetangga atau teman-teman yang disertai dengan ucapan yang mengungkit-ungkit kejelekan orang lain adalah salah satu perbuatan sia-sia yang perlu dihindarkan. Apalagi kalau dibumbui dengan fitnah. Tak ada manfaatnya membicarakan aib orang sekalipun orangnya memang menjengkelkan. Daripada menyebarkankan gosip yang tak jelas kebenarannya, lebih baik pembicaraan diarahkan pada hal-hal positif yang bermanfaat.

 

    Membeli sesuatu hanya karena ikut-ikutan atau tergoda iklan juga merupakan tindakan yang sia-sia. Setelah barang dibeli, timbul kebingungan untuk apa dan kapan barang itu akan dipakai?.

 

    Jangan melakukan atau membeli sesuatu yang tak ada manfaatnya atau bahkan merugikan diri sendiri. Pikir dulu beberapa kali sebelum membeli barang yang katanya berharga murah. Telaah dulu, benarkah harganya semurah yang disebutkan ? Apa memang sangat diperlukan ?, adakah kwalitasnya sesuai dengan ceritaka si penjual ?.

 

 

 

 

23. SINIS

 

 

     Pandanglah pasangan dengan mimik wajah manis, jangan pandang dengan mimik wajah sinis. Sinis berarti memandang seseorang dari segi negatif atau dari segi kelemahannya. Istilahnya, memandang dengan kaca-mata hitam. Pandangan sinis adalah pandangan yang menganggap rendah kemampuan orang lain.

 

    Dunia akan terlihat indah kalau pandangan diarahkan pada pemandangan yang bagus. Pandanglah pasangan dari segi positifnya, niscaya dia akan terlihat sebagai orang yang baik dan punya prospek bagus. Dengan penilaian positif dan optimis, niscaya rasa sayang akan meningkat. Hindarkanlah pandangan sinis supaya keluarga tetap harmonis. Hindarkan pandangan pesimis supaya rasa cinta tidak terkikis. Pasangan akan terlihat serba jelek kalau pandangan diarahkan ke segi negatifnya.

 

     Istri hendaklah percaya pada kemampuan suami untuk menggapai sukses dalam karirnya. Tingkatkan rasa percaya diri suami dengan memberi sugesti bahwa dia akan bisa berhasil menggapai cita-citanya. Pasangan tentu butuh dukungan moril demi meningkatkan semangat juangnya. Siapa lagi yang akan memberi dukungan moril setiap saat, kalau bukan istri atau suaminya?.

 

 


24. SINGGUNG

 

 

 

      Bersinggungan badan antara suami-istri adalah hal yang lumrah. Yang tidak boleh adalah menyinggung perasaan. Tersinggungnya perasaan bisa karena ucapan yang kasar, atau sikap yang kurang sopan ataupun karena mimik wajah sewot.

Agar  pasangan tidak tersinggung perasaan, perlu dijauhi sikap-sikap tidak sopan seperti :  Mempergunakan tangan kiri saat menunjuk atau melayani. Mengucapkan kata-kata yang bernada sindiran. Atau memperlihatkan mimik wajah mencibir.

 

   Jauhi sikap-sikap yang merendahkan harga diri suami sebagai seorang laki-laki atau sebagai kepala keluarga. Berhati-hatilah dalam bersikap dan bertindak agar pasangan tak merasa dilecehkan. Terutama kalau pasangan berjiwa sensitif. Suamipun hendaklah menjauhkan sikap atau ucapan yang dapat menyinggung perasaan istri. Suka menyinggung perasaan pasangan akan menyebabkan keharmonisan keluarga jadi tersandung.  

  

     Penghasilan atau posisi  yang lebih tinggi dibanding suami, tak boleh membuat istri jadi lupa daratan. Memperlihatkan sikap yang menyinggung harga diri atau melecehkan latar belakang keluarga pasangan tentu  akan mengganggu keutuhan rumahtangga.

 

 

 

 

25. SINDIR

 

 

    Mengkritik kekurangan pasangan boleh-boleh saja, asalkan disampaikan dengan cara halus dan sopan. Jangan melontarkan kritikan dengan nada menyindir, terutama kalau suasana hati pasangan dalam keadaan sensitif.

 

      Bercanda ria bisa mengancam kemesraan kalau diselingi dengan sindiran yang lancang dan menyinggung perasaan. Hindarkan melontarkan sindiran yang mengarah pada kelemahan pasangan atau yang terkait dengan harga dirinya. Menyindir kekurangan suami di segi tampang atau penghasilannya tentu akan menyakiti hatinya.

Dalam mengkritik pasangan, pilihlah kata-kata yang baik,  sampaikan pada saat atau tempat yang tepat. Lihat dulu suasana hatinya sebelum menyampaikan kritikan. Berhati-hatilah dalam melontarkan kritikan kalau pasangan adalah orang yang emosional atau berjiwa sensitif.

 

     Sindiran, kalau disampaikan dengan cara kurang bijaksana akan memancing kemarahan. Dan kalau disampaikan di depan orang banyak tentu akan merendahkan harga dirinya. Di lain pihak, sindiran yang disampaikan pasangan, tanggapilah dengan kesiapan untuk memperbaiki diri. Jangan marah dikritik kalau kritik itu kritik membangun .

 

 

 

26. S O K

 

 

     Sok berarti merasa diri lebih tinggi daripada kenyataan sebenarnya sehingga menimbulkan sifat angkuh. Kata sok biasanya diiringi dengan kata sifat, seperti, sok pintar, sok kaya atau sok cantik. Istilahnya, orang yang sok itu adalah percaya dirinya berlebihan.

 

   Percaya diri adalah suatu keharusan namun jangan sampai kelewatan. Boleh saja merasa cantik, tapi jangan merasa lebih cantik dari kenyataan sebenarnya. Yang punya banyak harta boleh saja merasa diri kaya, tapi jangan sampai terkesan sok kaya dan menyombongkan diri.  Merasa pintar, boleh-boleh saja tapi jangan sampai sok pintar.

 

     Segala kelebihan kita, tak perlu dibangga-banggakan. Apalagi terhadap pasangan atau keluarganya. Kelebihan yang dimiliki hendaknya membuat mereka jadi ikut senang pada diri kita, bukan sebaliknya, membuat mereka jadi benci.

 

     Lebih baik bersikap sewajarnya tanpa merasa lebih hebat. Lebih baik bersikap rendah hati dan merasa diri biasa-biasa saja. Orang yang sok itu akan dipandang orang dengan pandangan mencibir. Apalagi kalau kenyataannya tidak seperti yang diucapkan.

 

 

 

27. SOMBONG

 

 

     Kelebihan yang dimiliki, mestinya membuat orang lain senang dengan diri kita. Tidak sebaliknya, membuat orang jadi benci. Yang suka sombong dengan kelebihan yang dimilikinya tentu akan menyebabkan orang di sekitar jadi kurang simpati.

 

        Berusahalah  mendekatkan diri dengan mertua atau keluarga suami lainnya. Jangan justru bersikap menjauh. Kelebihan yang dimiliki tak perlu membuat diri jadi sombong dan  enggan berada di dekat mereka.

Kenapa harus sombong kalau kelebihan yang dimiliki itu bukan prestasi diri sendiri. Kalaupun ada kelebihan yang merupakan prestasi diri, tak perlu disombongkan karena semuanya bisa saja sirna suatu saat nanti.

 

     Walaupun punya latar belakang lebih kaya atau lebih terhormat, namun berusahalah memperlihatkan sikap rendah hati di depan mertua atau saudara ipar. Dan jangan memperlihatkan kesan sombong terhadap orang-orang di sekitar tempat tinggal. Sikap sombong hanya akan menjauhkan diri dari orang di sekitar kita. Akibatnya diri akan tersisih dan kurang pergaulan sehingga pada akhirnya dunia akan terasa sempit.

 

 

 

28. SUMBANG

 

 

    Kata sumbang tidak selalu berkait dengan uang. Kata sumbang sebagai kata sifat berarti tindakan yang bertentangan dengan etika atau tata krama yang berlaku dalam masyarakat. Seorang istri hendaklah menjauhi perbuatan sumbang demi menjaga nama baik diri, nama baik suami dan juga nama baik keluarga.

 

    Sebagai seorang istri, ada berbagai batasan yang harus diperhatikan dan dipatuhi. Hendaklah dijauhi segala sikap dan tindak-tanduk yang tak layak dilakukan agar tak dicap masyarakat sebagai orang yang tak beradat atau tak beradab.

Dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung. Sebelum melakukan sesuatu, pikir dulu apakah tindakan itu tidak tergolong sumbang ?. ingatlah, Apa yang biasa dilakukan di suatu daerah, mungkin saja tergolong sebagai perbuatan sumbang di daerah lain.

 

    Sekalipun zaman sekarang sudah modern, namun norma ketimuran tetap harus dipegang teguh. Sikap atau tingkah laku yang sumbang haruslah dihindari. Hal yang dianggap sumbang biasanya terkait dengan lawan jenis. Karena itu hendaklah dibatasi pergaulan dengan teman atau saudara ipar ataupun tetangga yang berlainan jenis.  

 

 

 

29. SULIT

 

 

      Seorang suami membutuhkan ketenteraman hati agar pikirannya bisa konsentrasi menghadapi pekerjaan. Istri hendaklah menjaga ketentraman itu dengan cara menjauhkan permintaan atau tuntutan yang sulit terkabulkan. Sebelum menyampaikan suatu keinginan, pikir dulu, apakah suami mampu mengabulkannya ?.

 

     Istri berhak meminta suatu keinginan pada suami, asalkan sesuai dengan kemampuan. Permintaan yang sulit dikabulkan akan menjadi beban pikiran suami. Karena ingin mengabulkan permintaan istrinya yang diluar kesanggupan, kepalanya jadi pusing tujuh keliling. Bisa-bisa, timbul niat untuk melakukan perbuatan tidak jujur atau melanggar hukum.

 

   Akibatnya, tentu membahayakan, mengancam ketenteraman keluarga. Tuntutan yang tak disesuaikan dengan kemampuannya, akan mengganggu konsentrasi suami dalam bekerja.

Menyulitkan pikiran suami dengan menuntut hal yang tidak bisa dikabulkannya hanya akan menimbulkan masalah dalam keluarga. Suami akan menjadi emosional dan pada akhirnya akan memicu pertengkaran. Kalau sudah demikian, kebahagiaan keluarga akan menjauh. Suamipun hendaklah tidak memaksa istri melakukan hal-hal yang sulit dilakukannya.

     

 

 

  30. SYAKWASANGKA

 

 

    Syakwasangka maksudnya memperkiraan sesuatu yang akan terjadi dengan perkiraan negatif. Dalam rumahtangga, syakwasangka alias prasangka buruk itu harus dijauhi karena akan membuat jiwa digerogoti rasa cemas dan curiga.

            Kalau suami terlambat pulang, jangan berprasangka yang bukan-bukan. Kalau anak terlambat pulang, jangan langsung cemas akan terjadi apa-apa. Lebih baik bersangka baik dahulu agar terhindar dari kekalutan. Jangan biarkan pikiran hanyut dalam kecemasan. Membiarkan prasangka buruk berkecamuk di hati hanya akan mengundang penyakit. Bisa sakit kepala, sakit hati atau bahkan sakit jantung.

            Syakwasangka yang dibiarkan berkecamuk di kepala bisa menyebabkan stress. Usirlah segera syakwasangka kalau tiba-tiba muncul di hati. Jangan biarkan syakwasangka menakut-nakuti diri dan membuat jiwa jadi tertekan.

 Ingatlah kekhawatiran atau prasangka yang pernah berkecamuk di dada. Berapa persen yang jadi kenyataan ? Hanya sebahagian kecil saja, bukan? Beranilah menghadapi kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi setiap saat tanpa mencemaskannya.

 

 

     

gallery/IMG_20200602_113148

Mohon masukkan informasi yang akan berguna bagi...